Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Viral Kisah Aku dan Istriny Disuruh Nungging

  Topoin.com - Siang itu aku bermaksud mengajak sahabatku jalan-jalan, maka kuhampiri ia di rumahnya. Saat kuketuk pintu, ternyata yang membukakan adalah ayahnya, yang selama ini aku kagumi. Ayahnya adalah seorang tentara angkatan darat yang bertugas di Semarang. Karena hari itu Sabtu, kupikir ia sedang off.

“Angga ada, Pak?” tanyaku pada ayah Angga, yang kala itu masih mengenakan seragam hijaunya lengkap tanpa sepatu.
“Oo, Dik Bondan. Masuk dulu, Dik! Silakan duduk!” katanya ramah mempersilakan aku untuk masuk dan duduk.



“Angga dan adiknya serta ibunya sedang ke Semarang. Katanya ada urusan keluarga. Saya juga seharusnya ke sana, tapi berhubung saya lelah, jadi saya urungkan niat saya”.
“O, gitu ya, Pak!” kataku sedikit kecewa.
“Benernya saya mau ngajak Angga jalan-jalan. Maklum, habis ujian”.
“Memangnya harus sama Angga? Nggak ada teman yang lain?” tanya Pak Sigit, ayah Angga.
“Ya mau sama siapa lagi, Pak! Lha wong temen yang paling deket dengan saya juga cuma Angga. Yang lain paling udah punya acara sendiri-sendiri, Pak!” kataku dengan logat Jawa yang cukup kental.
“Wah, kebetulan. Gimana kalau sama saya saja. Saya juga lagi males di rumah sendirian” kata Pak Sigit menawarkan.
“Tadi sih kirain ada istri saya, jadi bisa ‘gituan’ setelah seminggu ini ditahan. Ee, malah ternyata istri saya ke Semarang. Ya sudah, saya cuma bisa gigit jari”.
“O, ya nggak Papa, Pak!” jawabku singkat.
“Tunggu ya, Bapak ganti baju dulu!” katanya seraya beranjak pergi.

“Oh My God! Aku akan jalan-jalan bareng Pak Sigit. Cuma berdua, lagi. Duh, gimana ya rasanya? Asyik kali, ya?” tanyaku dalam hati.
Terus terang, aku memang sangat suka pada ayah sahabatku itu sejak pertama kali aku dikenalkan Angga padanya. Walau Pak Sigit lebih pendek dariku, tapi perawakannya begitu jantan. Tangan dan kakinya tampak berotot, sementara bekas cukuran selalu membuatnya tampak lebih macho. Aku belum pernah melihat Pak Sigit bertelanjang dada, apalagi tanpa pakaian sepenuhnya. Tapi, bukankah kesempatan itu pasti akan selalu ada walau hanya sekali.
“Ayo, Dik Bondan” kata Pak Sigit sekeluar dari kamarnya.
Suaranya yang khas membuatku tersadar dari khayalanku tentang dirinya.



Akhirnya, dengan Pak Sigit sebagai pengendara, kami berdua mulai meninggalkan kompleks rumah Pak Sigit.
“Keliling Jogja juga boleh, asal bisa melepaskan penatku aja, Pak!” kataku pada Pak Sigit ketika ia bertanya padaku tentang tujuan kami.
Selama perjalanan, aku tak henti-hentinya memandang tubuh kekar Pak Sigit dari belakang. Sudah lama aku impikan berdua sedekat ini dengannya. Kini, ia memakai celana training tipis, kaos hijau ketat, dan jaket yang membuatnya tampak lebih berwibawa. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Viral Menggoda Istri untuk Ngentot dengan Temanku 2

  Piool.com - Ran menggangguk. Dapat kudengar suara nafasnya menghirup wangi tubuhku ketika berpapasan ke depannya. Tangan kiriku yang memegang celana kotorku menutupi bagian depan handukku, usaha untuk menutupi barangku. Tapi ketika mau membuka pintu, mata Ran tertuju ke depan handukku yang tak sempat tertutup.

“Masuk Ran,” ajakku, sambil bertanya dua teman lainnya. Katanya mereka masih melanjutkan menonton BF.
“Hm.. Ya. Mau ngembaliin ini nih. Tadi jatuh di depan rumah,” katanya sambil buka sandal jepitnya dan melangkah masuk.


Dia melihat sekeliling kamarku yang tidak begitu banyak perabot. Standar kamar kost. Hanya radio kecil dan lemari serta televisi 14 inc di meja, disampingnya vCD player. Serta meja tulis yang rendah, tanpa perlu kursi, tapi hanya duduk di lantai kalau mau diperlukan. Tempat tidur di lantai, tidak pakai dipan.

“Tutup ya pintunya,” kataku sambil menutup pintu.”Dingin,” kataku.

Tidak ada firasat apa-apa. Dia mengangguk. Aku dapat lihat matanya yang memandang tubuhku. Agak risi dilihat begitu. Rasanya dia mau menarik handukku saja. Kuletakkan celana kotorku di pojok dekat lemari.

“Maaf berantakan,” kataku sambil merapikan beberapa majalah yang berserakan di lantai. Kalau membaca aku memang dilantai beralaskan karpet dan bantal lantai. Dia bergerak duduk di depanku yang sedang merapikan majalah dan koran yang kemudian kutumpuk ke pinggir di pojok ruang.
“Tidak apa-apa,” katanya sambil mengambil satu majalah dan membukanya. Majalah FHM. Dia duduk dilantai dan bersandarkan sisi ujung kasur, menghadap pesawat TV. Tempat favoritku yang didudukinya.

Aku harus berpakaian, kataku dalam hati. Kuperbaiki handukku yang hampir merosot ketika jongkok tadi. Kubuka daun pintu lemari pakaianku. Ah daun pintunya sejajar dinding, jadi kalau aku buka handuk ini dia bisa lihat aku telanjang polos dari sana.

“Gede juga ya penisnya” katanya polos. Deg! Pasti dia lihat ketika aku jongkok tadi.
“Ah.. Standar aja”




Aku ambil celana dalam, celana batik lusuh dan kaos oblong, kemudian menjatuhkannya di kasur. Aku mesti mengeringkan lagi badanku. Biasanya kalau sudah begini aku langsung buka handuk yang melilit di pinggang dan mengeringkan badan. Tapi sekarang ada Ran, aku jadi ragu telanjang di depannya. Kutekan handukku ke paha dan pantatku, juga di bagian alatku yang sedikit masih tegang.

“Buka saja, nggak usah ragu. Itu masih ada air di leher dan dada tuh,” katanya menyadarkanku dari keraguan. Rupanya dia memperhatikan apa yang kulakukan..

Aku bisa lihat sorot matanya dan gerakan kerongkongannya menelan. Nafsu kali dia melihatku. Badanku tidak begitu gemuk dan hasil push-up dan sit-up tiap hari membuat badanku tidak jelek-jelek amat. Sedang kaki dan pahaku yang kencang akibat banyak jalan saja. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Viral Menggoda Istri untuk Ngentot dengan Temanku 1

  Biodataviral.com - Malam sepi. Aku tetap berjalan masuk gang, jalan alternatifku, yang di kiri-kanan tergenang air got hitam yang kalau hujan sedikit aja pasti meluap. Kalau sudah begitu, aku tidak lewat sini.

Tapi sekarang cuacanya sedang bagus, dan agak sedikit panas. Tubuhku yang tadi berkeringat waktu di kendaraan sudah agak kering. Gelap, hanya beberapa rumah yang menyalakan lampu terasnya, sehingga gang kecil ini sedikit ada penerangan. Ada beberapa ekor tikus yang gemuk-gemuk bersliweran yang membuat aku berjaga-jaga. Takut masuk ke celana aja. Hii!

Aku perlambat jalan. Rasanya langkahku terdengar nyaring sekali. Ada suara yang aneh tapi akrab terdengar. Suara film porno yang berhah-hih-huh dengan suara musik instrumen. Aku berhenti, pura-pura perbaiki tali sepatu, aku berjongkok.

“Gede juga ya?” ada suara cowok berkomentar.
“Ya, aku suka yang begitu,” suara cowok yang lain menimpali.
“Apa nggak sakit ya digituin?”
“Nggak kali. Kan tadi sudah dikasi.. Apa tadi itu..?”

Mereka yang didalam tidak menyadari aku sedang menguping mereka. Ada beberapa saat aku aku jongkok. Kondisi gang yang rumahnya rapat begini berani juga mereka menyetel film begituan. Memang sih, sekarang hampir tengah malam. Membayangkan apa yang mereka tonton membuat aku terangsang. Ketika bangun dari jongkok celanaku menggembung, dan terpaksa aku perbaiki posisi alatku agar tidak terlalu menonjol dan membuat agak kesakitan.

“Baru pulang Mas?” ada suara yang mengagetkanku.

Ada cowok dibalik tanaman pot diteras rumah yang menyetel film. Kalau lihat tangannya yang sedang menaikkan karet celananya, mungkin dia baru kencing, tumpah ke got. Tangannya masih menggosok barangnya yang agak menggembung. Kemudian menarik kaosnya hingga menutup celana depannya.

“Eh, iya.” Aku menjawab sambil berharap semoga dia tidak melihat apa yang tadi aku lakukan. Tapi matanya kulihat ke arah celanaku yang menggembung. Sorot matanya itu.. Penuh makna.
“Tinggal di rumahnya Pak RT kan?” dia menebak. Suaranya ramah.

Lha, kok dia tahu aku kost di situ? Rupanya diam-diam ada yang memperhatikanku. Aku mengangguk, sedikit tersenyum. Wajahnya lumayan, dengan badan berbungkus kaos oblong dan celana batik pendek yang longgar.

“Sering lihat kalau pulang,” dia menjelaskan. “Selalu pulang malam begini ya?”




Aku menggangguk. Dia turun ke jalan, dan menyodorkan tangannya.

“Ganda,” katanya menyebut namannya. Kusambut tangannya, kami bersalaman .”Yadi,” kataku menyebut namaku.

Tangannya hangat dan sedikit kasar. Dikeremangan malam begini aku bisa lihat bulu kakinya yang lebat dan bulu dadanya yang menyembul di kaosnya. Dadanya kelihatan padat. Aku suka, Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Viral Tante Colmek Demi Pertunjukan Untuk Keponakan

 Tradingan.com - Aku sangat kagum dengan para penulis yang menuliskan pengalamannya menjadi eksibisionis. Setelah membaca beberapa kali, aku memberanikan diriku untuk menulis pengalamanku sendiri dengan keponakanku bulan Juli 2023 yang lalu.

*****

Sebut saja namaku Dina. Aku seorang wanita karier yang telah berusia 40 tahun. Tinggi badanku 170 cm dengan berat badan 43 kg. Ukuran braku 34B. Bulu-bulu vaginaku termasuk sedikit, karenanya celah vaginaku dapat terlihat dengan mudah. Berkat rajinnya aku melakukan perawatan muka dan tubuh maka kulitku masih halus, putih, bersih dan kencang. Kebanyakan teman-temanku memujiku seperti baru berumur 33 tahun.


Saat ini aku tinggal sendiri di kawasan Surabaya bagian barat. Aku bercerai dengan suamiku sejak enam tahun yang lalu karena beda prinsip yang terlalu keras. Putra kami satu-satunya hasil dari perkawinan kami kutitipkan pada ibuku di kota asalku, Semarang.

Dulu pada waktu masih muda, aku adalah seorang eksibisionis yaitu orang yang suka memamerkan tubuhnya pada orang lain. Hanya saja aku suka melakukannya seolah-olah aku sendiri tidak tahu kalau pakaianku tersingkap. Sifat itu menghilang ketika aku memasuki masa-masa berkerja, tetapi setelah bercerai selama enam tahun, sifat itu mulai kembali lagi. Kalau pulang ke rumah setelah kerja, aku suka melepaskan semua pakaian kerjaku setelah masuk pintu, lalu berjalan-jalan di dalam rumah hanya memakai bra dan celana dalam. Setelah itu, biasanya aku akan mandi tanpa menutup pintu kamar mandi dan keluar kamar mandi setelah selesai dalam keadaan telanjang sambil mengeringkan rambut dengan handuk. Kalau tidak malas, aku akan memakai celana dalam dan bra atau gaun malam saja tanpa celana dalam dan bra. Tapi kalau malas, aku akan membiarkan tubuhku telanjang, lalu aku akan mulai makan, nonton TV ataupun bersantai. Aku juga suka tidur dengan pakaian yang sexy dan minim. Pernah aku tidur tanpa memakai pakaian sama sekali.

Dua bulan yang lalu, aku kedatangan tamu dari Semarang. Tamu itu adalah keponakanku sendiri. Umurnya baru 17 tahun, dia anak dari kakak laki-lakiku yang paling bungsu. Dia datang di saat liburan sekolahnya. Aku sangat gembira menyambutnya. Dia kusuruh tinggal di kamar sebelah kamar tidurku. Hari-hari awal semuanya berjalan seperti normal, tetapi satu minggu kemudian, ada yang sedikit aneh. Pakaian dalamku sering kutemukan tidak pada tempat dan urutannya. Kadang-kadang sedikit tidak rapi. Ada timbul kecurigaan kalau keponakanku itu memainkan pakaian dalamku, sebab kalau tidak siapa lagi. Kadang-kadang ada pakaian dalamku yang hilang lalu besoknya ditemukan kembali ditempatnya semula. Aku mulai merasa kalau keponakanku memiliki obsesi seks tentang aku.

Suatu malam aku memutuskan untuk menguji keponakanku. Selesai mandi, aku segera mengambil celana dalam g-string warna merah dengan renda-renda yang sexy dan kukenakan. Setelah itu, aku memilih sebuah gaun malam berwarna pink dengan bahan satin. Gaun malam itu semi transparan, jadi tidak akan transparan bila dilihat dari dekat, tetapi akan menampakkan lekuk tubuhku bila ada latar cahayanya. Panjang gaun malam itu hanya 10 cm dari selangkanganku. Di bagian pundak hanya ada 2 tali tipis untuk menggantung gaun malam itu ke tubuhku. Bila kedua tali itu diturunkan dari pundakku, Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Viral Pesona Birahi Mina Bikin Teransang

 Tradingan.com - Ada cewek, anak gadis, mondok di tetanggaku. Dia adalah saudara sepupu tetanggaku itu. Namanya Karminah, atau panggilannya Minah. Setiap pagi dan sore dia nampak nyapu di halaman rumahnya yang kebetulan tepat di depan rumahku.

Aku sangat ‘kesengsem’ dengan penampilannya yang bagi mata keranjangku sangat luwes, sensual dan seksi. Mungkin usianya sekitar 20 tahunan. Aku sangat senang memperhatikan saat dia menyapu dan menyiram tanaman hiasnya. Gerakannya menunduk, membungkuk, mendorong sapu, mengumpulkan sampah ke pengki, nungging untuk mengambil dedaunan yang tak kena sapu, merapikan dan menyiram tanaman dan seterusnya.


Saat dia membungkuk aku selalu membayangkan bokongnya yang sangat menggetarkan hatiku itu. Aku pengin banget menciuminya. Pasti bokong macam itu nikmat banget untuk membenamkan mukaku de dalamnya. Aku akan ciumi lubang pantatnya. Dan aku akan hirup dan jilati aroma dan lengketan semen yang keluar darinya. Mungkin aku juga akan cocol atau colekkan kue atau makanan kecil lainnya pada semennya sebagai saus yang sedap dari lubang pantatnya itu sebelum kusantap.

Aku juga perhatikan punggungnya yang sedikit bongkok udang. Punggungnya itu menyimpan kenikmatan untuk bibir dan lidahku. Aku bisa menjilati atau mengecupi dengan sepenuh birahiku. Lidah dan bibirku itu akan melata dan merambah pori-pori kulit punggungmya dan merembet kesamping kanan atau kirinya kemudian sedikit kebawah menuju ketiaknya yang sungguh membuat aku blingsatan saat dia mengangkat sapu dan pengkinya untuk membuang sampah ke dalam tong.

Oh, Minah.., kenapa kamu mempesonaku? Akankah kau biarkan aku menikmati dari kejauhan saja? Dan rasanya jawabannya adalah, ya!

Aku tinggal di lingkungan yang cukup ber-etika, moral dan budaya. Tak mudah aku berlaku sembarangan, apalagi untuk hal-hal yang berbau seronok atau mesum. Hal macam itu sangat terasa tabu dan amoral.

Kalau sampai terjadi pasti aku akan terbuang dari lingkungan se-umur-umurku. Baik dari lingkungan tetangga se-RT bahkan bisa se-RW, juga di dalam lingkungan rumahku sendiri yang isinya komplet, ada istri, ada anak, ada ipar yang masih kuliah disamping ada yang paling sering mengesalkan, mertua perempuanku.

Oleh karenanya, aku putuskan sendiri, jauhilah tingkah laku mesumku. Kalau toh terpaksa, ambil saja sarung, duduk melipat kaki di beranda dengan berkerudung dari bahu hingga mata kakimu. Ingat berkerudung macam itu kan biasa bagi orang desa asalmu. Dan orang-orang di sekitarmu semua tahu asal-usulmu.

Kemudian tangan kanan pegang koran atau majalah sambil tangan kirimu mengelus-elus, memijat-pijat atau mengocok-ocok penismu sendiri. Jangan lupa pakai kacamata rabunmu agar kamu bisa menikmati Minah lebih tajam di pagi atau sore hari saat dia menyapu halaman rumahnya.

Kembangkan daya khayalmu, tetapi waspadalah jangan sampai ada orang, mungkin mertua perempuanmu yang mengesalkan itu, yang juga diam-diam memperhatilan tingkahmu itu, karena keheranan kenapa Mas Karyo koq selalu kerudung sarung setiap pagi dan sore. Ha, ha, ha.. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Viral Ngewe Anal Saat Tinggal Bersama Keluarga

 Aopok.com - Setelah cukup lama bekerja dengan salah satu perusahaan asing di Jakarta, saya memutuskan untuk mengambil program Master of Electronics Engineering di Australia. Setelah mencari-cari universitas mana yang terbaik, saya memutuskan untuk kuliah di Universitas of Technology Sydney karena fasilitas mereka sangat memadai. Saya juga memutuskan untuk tinggal dengan salah satu keluarga di Sydeny di daerah Inner West of Sydney. Di keluarga inilah pengalaman menarik saya terjadi.


Sewaktu pertama kali interview dengan keluarga ini mereka tampak sangat ramah. Mereka adalah pasangan suami-istri yang berasal dari Italy umur mereka sekitar 45 tahun. Mereka mempunyai seorang anak perempuan berumur 21 tahun. Anak perempuannya cantik sekali, dia mempunyai rambut yang hitam legam, panjangnya sebahu dan raut muka yang khas Italy, alis matanya tebal tapi terawat seperti foto model, namanya Antonella.

Antonella orangnya suka bersolek, oleh karena itu dia memutuskan untuk mengambil kursus kecantikan di TAFE, semacam program diploma di Jakarta. Ia juga sedikit manja, maklum anak satu-satunya. Ortu Antonella memutuskan untuk menyewakan salah satu kamar di rumahnya karena business mereka sedang tidak lancar. Kamarnya disewakan dengan harga $ 250.00/week, lumayan untuk tambahan sehari-hari kata mereka.

Pada bulan-bulan pertama semua berjalan dengan lancar. Saya kuliah dari pagi sampai sore dan kalau malam kadang-kadang suka ngobrol dengan induk semang saya. Mereka sangat ramah, mereka bersedia menyiapkan makan dan sering mengajak saya keluar menunjukkan kehidupan di Sydney. Kadang-kadang pada hari Sabtu dan Minggu Antonella suka mengajak saya ke night club, istilah disini “Clubbing”. Saya merasa tinggal dengan keluarga sendiri dan mereka juga menganggap saya sebagai anak laki-lakinya. Mungkin ini sudah menjadi culture orang Italy yang suka hidup bersosialisasi.

Setelah 6 bulan tinggal bersama keluarga ini, suatu hari saya merasa tidak enak badan dan memutuskan untuk tidak kuliah. Saya berbaring di ranjang di kamar tidur saya. Kamar tidur saya yang bersebelahan dengan kamar Antonella. Kira-kira pukul 12.00 siang saya mendengar suara-suara berasal dari kolam renang. Oh ya, di rumah ini ada kolam renang. Tidak besar mungkin sekitar 7 x 3 meter. Saya beranjak dari tempat tidur dan keluar untuk melihat siapa yang sedang berenang karena mustinya sekarang tidak ada orang dirumah.

Di kolam renang saya bisa melihat Antonella sedang berenang. Saya hampiri dia dan menyapanya.

“Hi Antonella,” sapa saya.

Antonella terkejut ketika melihat saya dan menjawab,

“Hi Eddy, what are you doing at home? I thought you are at Uni,”
“No, I feel sick, so I decide to stay at home.” Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Kisah Dewasa Hilangnya Mahkota Anus dan Vagina Ku

 Tradingan.com - Aku biasa dipanggil Adi dan usiaku sekarang 32 tahun. Aku sudah beristri dengan 1 anak usia 2 tahun. Kami bertiga hidup bahagia dalam arti-an kami bertiga saling menyayangi dan mencintai. Namun sebenarnya aku menyimpan rahasia terbesar dalam hidup berumahtangga, terutama rahasia terhadap istriku. Bermula pada saat beberapa tahun yang lalu, ketika aku masih berpacaran dengan istriku. Aku diperkenalkan kepada seluruh keluarga kandung dan keluarga besarnya. Dan dari sekian banyak keluarganya, ada satu yang menggelitik perasaan kelaki-lakianku; yaitu kakak perempuannya yang bernama Ima (sebut saja begitu). Ima dan aku seusia, dia lebih tua beberapa bulan saja, dia sudah menikah dengan suami yang super sibuk dan sudah dikaruniai 1 orang anak yang sudah duduk di sekolah dasar. 

Dengan tinggi badan 160 cm, berat badan kurang lebih 46 kg, berkulit putih bersih, memiliki rambut indah tebal dan hitam sebahu, matanya bening, dan memiliki suara agak cempreng tapi menurutku seksi, sangat menggodaku. Pada awalnya kami biasa-biasa saja, seperti misalnya pada saat aku menemani pacarku kerumahnya atau dia menemani pacarku kerumahku, kami hanya ngobrol seperlunya saja, tidak ada yang istimewa sampai setelah aku menikah 2 tahun kemudian dia menghadiahi kami (aku dan pacarku) dengan sebuah kamar di hotel berbintang dengan dia bersama anak tunggalnya ikut menginap di kamar sebelah kamarku.



Setelah menikah, frekuensi pertemuan aku dengan Ima jadi lebih sering, dan kami berdua lebih berani untuk ngobrol sambil diselingi canda-canda konyol. Pada suatu hari, aku dan istri beserta mertuaku berdatangan kerumahnya untuk weekend dirumahnya yang memang enak untuk ditinggali. Dengan bangunan megah berlantai dua, pekarangannya yang cukup luas dan ditumbuhi oleh tanaman-tanaman hias, serta beberapa pohon rindang membuat mata segar bila memandang kehijauan di pagi hari. Letak rumahnya juga agak jauh dari tetangga membuat suasana bisa lebih private. Sesampainya disana, setelah istirahat sebentar rupanya istriku dan mertuaku mengajak untuk berbelanja keperluan bulanan. Tetapi aku agak mengantuk, sehingga aku meminta ijin untuk tidak ikut dan untungnya Ima memiliki supir yang dapat dikaryakan untuk sementara. Jadilah aku tidur di kamar tidur tamu di lantai bawah. Kira-kira setengah jam aku mencoba untuk tidur, anehnya mataku tidak juga terpejam, sehingga aku putus asa dan kuputuskan untuk melihat acara TV dahulu. Aku bangkit dan keluar kamar, tetapi aku agak kaget ternyata Ima tidak ikut berbelanja. Ima menggunakan kaus gombrong berwarna putih, lengan model you can see dan dengan panjang kausnya sampai 15cm diatas lutut kakinya yang putih mulus. “Lho..kok nggak ikut ?” tanyaku sambil semilir kuhirup wangi parfum yang dipakainya, harum dan menggairahkan, “Tauk nih..lagi males aja gue..” sahutnya tersenyum dan melirikku sambil membuat sirup orange dingin dimeja makan, “Anto kemana..?” tanyaku lagi tentang suaminya, “Lagi keluar negeri, biasa..urusan kantornya..” sahutnya lagi. Lalu aku menuju kedepan sofa tempat menonton TV kemudian aku asik menonton film di TV. Sementara Ima berlalu menuju tingkat atas (mungkin ke kamarnya).

Sedang asik-asiknya aku nonton, tiba-tiba kudengar Ima memanggilku dari lantai atas; “Di..Adi..”, “Yaa..” sahutku, “Kesini sebentar deh Di..”, dengan tidak terburu-buru aku naik dan mendapatinya sedang duduk disofa besar untuk 3 orang sambil meminum sirup orangenya dan menghidupkan TV. Dilantai atas juga terdapat ruang keluarga mini yang lumayan tersusun apik dengan lantainya dilapisi karpet tebal dan empuk, dan hanya ada 1 buah sofa besar yang sedang diduduki oleh Ima. “Ada apa neng..?” kataku bercanda setelah aku sampai diatas dan langsung duduk di sofa bersamanya, aku diujung kiri dekat tangga dan Ima diujung kanan. “Rese luh..sini temenin gue ngobrol ama curhat” katanya, “Curhat apaan?”, “Apa! ajalah, yang penting gue ada temen ngobrol” katanya lagi. Maka, selama sejam lebih aku ngobrol tentang apa saja dan mendengarkan curhat tentang suaminya. Baru aku tahu, bahwa Ima sebenarnya “bete” berat dengan suaminya, karena sejak menikah sering ditinggal pergi lama oleh suaminya, sering lebih dari sebulan ditinggal. “Kebayangkan gue kayak gimana ? 

Kamu mau nggak temenin aku sekarang ini ?” tanyanya sambil menggeser duduknya mendekatiku setelah gelasnya diletakan dimeja sampingnya. Aku bisa menebak apa yang ada dipikiran dan yang diinginkannya saat ini. “Kan gue sekarang lagi nemenin..” jawabku lagi sambil membenahi posisi dudukku agar lebih nyaman dan agak serong menghadap Ima. Ima makin mendekat ke posisi dudukku. Setelah tidak ada jarak duduk denganku lagi, Ima mulai membelai rambutku dengan tangan kirinya sambil bertanya “Mau..?”, aku diam saja sambil tersenyum dan memandang matanya yang mulai sayu menahan sesuatu yang bergolak. “Bagaimana dengan orang-orang rumah lainnya (pembantu-pembantunya) dan gimana kalau mendadak istriku dan nyokap pulang ?” tanyaku, “Mereka tidak akan datang kalau aku nggak panggil dan maknyak bisa berjam-jam kalau belanja.” jawabnya semakin dekat ke wajahku. Wajib baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia